Hening. Clarissa hanya diam, menatap jalanan sepi di depannnya lekat. Sejak keluar dari rumah Aiden, pikirannya tidak mampu berpikir dengan benar. Membuatnya memilih diam. Bahkan, dia juga mengurungkan niatnya untuk ke rumah sakit dan menjenguk Oliv. Clarissa menarik napas dalam dan membuang pelan. Dia mulai menundukan kepala dan meletakan di kemudi. Rasanya benar-benar lelah karena batin yang terus terasa tertekan, membuatnya memejamkan mata sejenak. Memangnya ada masalah kalau aku menemui dia, Clarissa? Aku rasa itu adalah hakku sebagai seorang ayah. “Dia bukan anakmu, Aiden. Bukan,” gumam Clarissa ketika mengingat kembali ucapan Aiden. membuatnya menegakan tubuh dan bersadar dengan pungung kursi. Kepalanya mendongak, menatap ke arah atap mobil dan membuang napas pelan. Jauh lebih ku

