Hening. Tidak ada yang membuka percakapan sama sekali di ruangan tersebut. Hanya ada suara benturan antara piring dan sendok. Semua sibuk mengunyah dan menghabiskan makanan masing-masing. Sampai suara pergesekan antara kursi dan lantai terdengar, membuat Aiden dan Clarissa yang sejak tadi diam mulai mendongakan kepala. “Ma, Pa, Oliv ke kamar dulu, ya,” ucap Oliv dengan tatapan lekat dan bibir menyunggingkan senyum lebar. “Biar mama antar,” sahut Clarissa. “Tidak usah,” cegah Oliv cepat, membuat Clarissa yang siap berdiri terhenti seketika. “Mama temani papa makan saja. Kasihan kalau papa makan sendiri lagi. Oliv akan ke kamar bareng Mbak Asih,” lanjut Oliv dengan senyum lebar. Aiden dan Clarissa yang mendengar penuturan putri mereka hany

