Hening. Friska hanya diam, menatap ke arah Albert yang sejak tadi duduk di depannya dengan pandangan canggung. Entah mengapa, kali ini dia merasa tidak nyaman sama sekali. Pasalnya, Albert terus menatapnya dan tidak berpaling sama sekali, membuat Friska semakin bergerak gelisah. Albert yang sejak tadi diam dan mengamati Friska mulai membuang napas pelan. “Kamu kenapa dari tadi diam saja, Friska?” tanya Albert dengan pandangan lekat. Friska yang ditanya mendongakan kepala dan menatap Albert. “Saya menunggu dokter mengatakan seuatu,” jawab Friska sembari mengulas senyum tipis. Alber yang mendengar hal tersebut tertawa kecil dan menganggukan kepala pelan. Pasalnya, memang benar dia yang mengajak Friska untuk berbicara empat mata. Sampai dia mulai berdehe

