“Clarissa.” Clarissa masih sibuk mengamati ketika seseorang memanggil namanya. Membuat Clarissa mulai mengalihkan pandangan, menatap ke arah sang pelaku denan senyum lebar. Namun, perlahan senyumnya menghilang ketika melihat wanita yang dikenalnya tengah berdriri dengan senyum lebar. “Elvina,” gumam Clarissa dengan pandangan berubah datar. Elvina yang melihat raut wajah Clarissa tertawa kecil. Dia mulai melangkah mendekat, mengamati wajah wanita di depannya dengan sebelah bibir terangkat. Sampai dia mulai berhenti tepat di depan Clarissa dan mensedekapkan tangan. Clarissa yang ditatap sedemikan lekat hanya diam. rasanya enggan berkomentar apa pun dengan wanita di depannya. Dia memilih diam dan menunggu wanita tersebut mulai me

