“Selamat pagi,” sapa Friska ketika baru saja membuka pintu ruangan Oliv. Bibirnya mengulas senyum, menatap ke arah Clarissa dan Oliv yang tengah bersiap pulang. Dengan pelan, dia mulai melangkah masuk dan menutup pintu rapat. “Selamat pagi, Fris,” sahut Clarissa sembari memasukan barang miliknya yang belum sempat dia kemasi semalam. Friska yang mendengar hanya mengulas senyum tipis. Dengan semangat dia mulai mendekat ke arah Oliv berada. Dia mulai berhenti dan menundukan tubuh, menatap wajah gadis kecil yang tengah bermain boneka dengan pandangan lembut. “Pagi, Sayang,” sapa Friska dengan penuh cinta. “Pagi, Tante,” sahut Oliv sembari menghentikan gerakan tangannya yang sedang asyik menyisir rambut boneka dalam dekapan. “Ol

