“Aku harus segera sampai di kantor Aiden dengan cepat,” gumam Clarissa sembari mengemudikan mobil dengan cepat. Rasanya tidak sabar ingin segera memberikan surat pengunduran diri dan menjauh dari Aiden. Clarissa mulai membelokan mobil dan langsung memarkirkannya. Dia mulai membuka pintu mobil dan turun dengan tergesa. Dengan cepat dia mulai mengayunkan kaki menuju ke arah bangunan megah di depannya. Tidak ada senyum yang terlihat di bibirnya. Bahkan, kali ini dia melangkah dengan tatapan angkuh dan penuh rasa percaya diri. Ini adalah hari terakhir aku menginjakan kaki di sini, batin Clarissa ketika pintu kaca di depannya terbuka. Dengan tenang, dia melangkah masuk dan mengulas senyum ke arah satpam kantor yang selalu menyapanya. Clarissa

