Bagian 50

1055 Kata

“Mama, kenapa hanya diam? Mama baikkan di sana?” Hening. Aiden yang mendengar suara tersebut hanya diam dengan pandangan terkejut. Dia masih tidak percaya jika ada seorang bocah kecil yang memanggil Clarissa dengan sebutan mama. Membuatnya menatap ke arah pintu kamar mandi, tempat di mana Clarissa saat ini berada dengan penuh tanya. Apa dia memiliki anak? Apa dia sudah memiliki suami, batin Aiden dengan pandangan serius. Rahangnya bahkan sudah mengeras dengan tangan mengepal. “Ma, kenapa diam?” tanya Olivia. Aiden yang mendengar tersentak kaget. Dia menatap ke arah layar ponsel dan semakin diam. Kenapa rasanya aku mau menangis mendengar suara anak ini, batin Aiden sembari mendongak, menahan air mata yang siap jatuh. Perlahan, dia mendekatkan kembali dan menghela napas pelan. “Mama kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN