“Dan ada hal yang mau aku tanyakan dengan kamu, Bas,” lanjut Albert dengan tatapan mengamati. “Sejak kapan kamu dan Friska menjadi begitu dekat? Bukankah sebelumnya kalian tidak pernah akur sama sekali?” Seketika, Bastian yang sedang meneguk minuman tersedak, membuat minumannya tumpah. Dengan kesal, Bastian meletakan gelas dan mengelap mulutnya pelan. Astaga, kenapa dia menanyakan hal ini, batin Bastian dengan pandangan kesal. “Aku pikir kamu membenci dia,” lanjut Albert sembari mengamati wajah Bastian yang menatapnya tidak suka. Kembali, dia memasukan sesuap nasi dan mengunyah pelan, mengabaikan tatapan Bastian yang sejak tadi tidak berpaling sama sekali. Bastian yang mendengar hal tersebut hanya diam, tidak mau berkomentar

