“Dari pada kamu terus berteriak tidak jelas begitu dan tidak membuahkan hasil sama sekali, lebih baik kamu diam, Clarissa,” ucap Aiden dengan wajah berubah serius. “Akan lebih baik kalau kamu menerima tawaran dariku saja,” lanjut Aiden dengan bibir yang mulai mengulas senyum lebar. Tawaran, batin Clarissa merasa tidak tenang. “Apa penawaran kamu, Aiden?” tanya Clarissa dengan pandangan mengamati. “Menikahlah denganku. Tinggal denganku dan kamu bisa bersama dengan Oliv,” jawab Aiden dengan tenang dan tanpa rasa bersalah sama sekali, membuat Clarissa diam dengan pandangan kaku. Hening. Clarissa hanya diam, menatap Aiden dengan pandangan datar. Tidak ada senyum yang terlihat sama sekali di bibirnya. Hingga dia menundukan kepala p

