Aiden mulai memasuki mobil dan memasang wajah datar, tidak ada ekspresi sama sekali di yang ditunjukan di wajahnya. Ada hal yang sejak tadi dipikirkan olehnya, mengenai Bastian yang akan datang ke acara pernikahannya. Bahkan, sejak keluar dari rumah Friska, dia terus terngiang dengan penuh tanda tanya. Apa benar tidak masalah kalau aku menyuruh dia datang, batin Aiden dengan penuh tanya. Pasalnya, dia tetap saja takut kalau nantinya Bastian akan membuat ulah atau malah Clarissa yang meminta bantuan untuk kabur darinya. Aiden mulai menarik napas dalam dan membuang pelan. Tangannya meremas kemudi dan menatap jalanan yang hanya mendapat penerangan dari lampu jalan tersebut lekat. Hingga dia merasa membaik dan mulai membuang napas kasar pelan.

