Aiden memberhentikan mobil di depan rumah. Dengan tenang, dia mulai membuka pintu dan keluar. Manik matanya menatap bangunan yang sudah begitu gelap di depannya. Hanya ada lampu jalan dan lampu pagar yang menjadi penerangan. Bahkan, hanya beberapa lampu saja yang masih menyala di rumahnya. Itu pun hanya ada di tiap sudut rumah dan halaman depan. Aiden diam. Dia mulai melangkah pelan ke arah rumah tersebut dan tidak berusaha membuat keributan sama sekali. Dia takut jika Oliv dan Clarissa yang sudah tidur menjadi terbangun. Sampai tangannya membuka pintu yang memang tidak pernah terkunci pelan, menatap ruangan dengan penerangan minim tersebut lekat. Tidak ada siapa pun di sana. Mungkin semua sudah tidur, batin Aiden sembari masuk dan melangkah ke arah ta

