Bagian 86

1407 Kata

            “Kamu masih hafal dengan kebiasaanku?”             Clarissa yang mendengar hanya diam dengan pandangan kaku, menatap ke arah Aiden yang ada di depannya dengan lekat. Bahkan, Clarissa tidak berpaling sama sekali. Aiden yang melihat hal tersebut membuang napas pelan. Mulutnya baru saja terbuka dan siap mengatakan sesuatu, tetapi terhenti karena sebuah sapaan yang membuat keduanya mengalihkan pandangan.             “Ma, Pa, Oliv sudah siap.”             Clarissa yang melihat putrinya tengah berdiri langsung mengulas senyum lebar. Dengan pelan, dia mulai melangkah ke arah Oliv berada, berusaha memutuskan tatapan dari pria di dekatnya. Rasanya malas jika harus menjawab pertanyaan mengenai dia yang cukup mengingat kebiasan Aiden.             Karena aku sendiri tidak tahu kenapa t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN