“Mama sama Papa ngapain?” Aiden dan Clarissa hanya diam sembari menatap ke arah Oliv dan Mbak Asih berada. Namun, Aiden bahkan tidak berniat pergi dari atas tubuh Clarissa sama sekali. Dia masih terkejut karena Oliv yang datang tiba-tiba. Ah, aku bahkan lupa kalau aku tidur satu ranjang dengan Clarissa juga karena putri kecilku, batin Aiden dengna tawa kecil. “Papa, itu Mama sakit,” celetuk Oliv sembari melangkah mendekat. Seketika, Aiden yang sejak tadi melamun kembali terkejut. Dia menatap Clarissa yang masih berada di bawahnya, membuatnya segera menyingkir dan melepaskan genggaman tangannya. Membuat Clarissa segera bangkit dan mengatur napas yang tidak karuan. Clarissa hanya diam, menatap ke arah Aiden dengan

