Sebuah Kejutan

2208 Kata

Hangat kurasa mengingat awal pertemuan Menggetarkan rasa menggebu di dalam hati Namun, sedih kembali kukecap Tiap mengingat tembok penghalang antara kita *** Sebuah Kejutan Rein memandang ke luar jendela kamar. Banyak hal yang tertangkap oleh penglihatannya. Di kejauhan ia melihat kepadatan lalu lintas. Hatinya masih merasa berdebar mengingat pertemuan tadi. Sesungguhnya ia tidak ingin meninggalkan Julian begitu saja. Tapi, ia harus melakukan itu. Karena Julian justru membuat tensi darahnya tiba-tiba naik. Mereka sudah lama tidak bertemu. Seharusnya membicarakan perihal tahun-tahun yang berlalu. Bukannya membahas sebuah keinginan mustahil. Apalagi mereka baru saja saling bertegur sapa. Aneh bagi Rein mendengar keinginan dari Julian. Memangnya semudah itu untuk meninggalkan semuanya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN