Tembok Penghalang

2235 Kata

Rupa cinta tidak selalu indah Seringkali ia berbentuk abstrak namun menyesatkan Terperangkap dalam rasa yang menekan hati Untuk selalu mengingat rasa yang pasti *** Tembok Penghalang Rein masih belum berkata sepatah kata pun. Apalagi setelah kehadiran seseorang yang tidak diduga sama sekali. Nampan diletakkan pada meja. Tangan itu memegang mangkok berisi bubur dan sebelah lagi menggenggam sendok. “Aku Julian.” Meskipun terlambat merespon ucapannya. Julian membalas dengan tersenyum simpul. Lalu, duduk di tempat tidur. Rein menurunkan selimut untuk bangkit dan bersandar pada bantal. Kemudian, meluruskan kakinya. Meskipun perasaannya tidak karuan sekarang. Antara merasa malu dan terheran. Karena kemunculan dari seseorang yang memenuhi hatinya. “Aku tidak menanyakan nama, melainkan al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN