“Apa kamu mengatur semua yang terjadi di rumah sakit? Kamu meminta suster mengatakan kalau pasien sudah meninggal?” Christie menatap Andrew penuh tanya. Andrew terkekeh pelan. “Jangan merusak moment romantis, Chris.” Andrew menggenggam erat kedua tangan Christie, “Aku nggak ngerjain kamu, kok. Kemarin sore aku udah keluar dari rumah sakit. Mungkin aja, orang yang menggantikanku di sana yang dimaksudkan oleh suster itu. Aku nggak akan pernah sanggup lihat kamu meneteskan air mata lagi.” “Nggak bohong?” Christie memicingkan mata. Andrew tergelak. “Aku nggak mungkin bisa bohong sama kamu. Aku lupa caranya berbohong saat lihat wajahmu.” “Dasar gombal,” gumam Christie pelan sembari mengerucutkan bibir. “Aku nggak pernah bisa gombal sama kamu.” Christie tersenyum manis mendengarkan perkata

