“Kamu nggak harus melupakan masa lalu. Kenangan nggak mungkin bisa dilupakan karena sudah menjadi sebagian dari diri kita. Kamu hanya perlu terus berjalan ke depan dan sesekali melihat ke belakang. Kamu berhak untuk bahagia, Sayang.” Delia mengangguk dan tersenyum. “Iya, Ma. Kali ini Dee akan bahagia.” Dina memeluk erat tubuh putrinya, mencoba menyalurkan kekuatan yang ia miliki. “Cepatlah ke bawah. Zac udah nggak sabar mau bertemu denganmu.” Dina melepaskan pelukannya dan tersenyum menggoda. Delia tertawa kecil. “Ya, Ma. Sebentar lagi Dee turun.” “Hari ini, kamu akan bertunangan dan Mama harap, kamu akan selalu bahagia. Jangan pernah lupakan semua yang telah terjadi, jadikan masa lalu sebagai pelajaran. Cermin yang bisa kamu tatap saat terjebak pada masa sulit di masa depan.” wanita i

