“Apa kamu nggak mau gendong anakmu ini, Chris?” Christie memalingkan wajah dan menggeleng. Menatap kosong keluar jendela besar di sampingnya. “Nggak, Tan. Biar pengasuhnya aja yang gendong dia.” Wanita paruh baya itu berjalan ke arah Christie dan duduk di samping wanita itu sembari menggendong bayi yang tampak sangat tampan. “Dia tampan, bukan?” “Entahlah,” jawab Christie lirih. Wanita paruh baya itu tersenyum lirih. “Sampai kapan bayi nggak berdosa ini harus menanggung semua rasa bencimu?” Air mata Christie mengalir tanpa ia sadari, ia mengendikkan kedua bahu. “Entahlah,” jawabnya lagi. Wanita paruh baya itu menatap sendu Christie. Hatinya bersedih melihat keponakan dan juga bayi di dalam gendongannya. Ia tahu keponakannya perlu waktu, tetapi bayi di dalam gendongannya perlu kasih

