“Kamu ingat waktu aku sibuk dengan kegiatan OSIS?” Gafin menatap Christie lembut, “Saat itu, Andrew mau mengantarmu pulang, tapi kamu menolak. Akhirnya kamu pulang sendiri. Apa kamu tahu kalau Andrew mengikuti taksi yang kamu tumpangi hanya untuk memastikan keselamatanmu? Waktu aku terlalu sibuk dengan pelajaran, kamu sering merasa kesepian dan apa kamu tahu kalau Andrew menggoda dan meledekmu agar kamu nggak merasa sendirian?” Gafin melanjutkan perkataannya. “Tanpa kamu sadari, dialah yang selama ini selalu ada disisimu dan aku harus mengakui bahwa cintanya padamu jauh lebih besar daripada cintaku.” Gafin tersenyum miris. Christie mengertakkan gigi. “Dia nggak cinta sama aku, Fin! Dia yang buat aku hidup menderita selama ini. Dia memperkosaku.” Gafin mebelalakkan kedua mata dan menatap

