“Mama.” Suara seorang anak lelaki membuat keduanya menoleh ke sumber suara. Andrew mengendorkan genggamannya saat melihat anak lelaki itu dan Christie mengambil kesempatan yang ada dan segera berlari ke arah bocah lelaki itu. Christie mensejajarkan tubuhnya dengan anak lelaki itu, ia tersenyum manis dan mengecup kedua pipi bocah itu, sedangkan Andrew berdiri terpaku di tempatnya sembari memperhatikan kedua orang di hadapannya. “Itu papa!” bocah lelaki itu berlari ke arah Andrew begitu melihat jelas wajahnya. Ia memeluk kaki Andrew dan tersenyum gembira, sedang Andrew mengerutkan kening dan meneliti wajah anak lelaki itu. Dengan cepat Christie berlari ke arah anaknya dan menjauhkan tubuh bocah itu dari Andrew. “Itu 'kan Papa. Gilbert mau main sama papa,” rengeknya. “Dia bukan papa, Say

