Suara tepuk tangan menghiasi seluruh ruangan, semua orang dengan pakaian formal menatap lelaki berjas hitam itu sembari tersenyum. Penghargaan usaha muda telah diraihnya, banyak perusahaan besar menggunakan jasanya, dan ia terkenal sebagai seorang lelaki pekerja keras. Rasa percaya diri dan kharisma lelaki itu terpancar jelas. Lelaki itu sendiri tak percaya jika hari ini ia bisa berdiri di antara banyak orang dan dilihat sebagai seorang yang membanggakan. Setelah menerima ucapan selamat dari banyak orang, Andrew berjalan hendak mencari tempat sepi untuk menikmati moment langkah dalam hidupnya itu. Langkahnya terhenti saat melihat Gafin yang berjalan ke arahnya. Sudah tak ada lagi kebencian yang pernah menghiasi setiap relung hatinya. Ia mengerti, jika semua yang terjadi dalam hidupnya buk

