“Aku kehilangan dia, Dee. Nggak ada seorangpun yang dapat mengantikan tempatmu di dalam hatiku.” “Aku percaya suatu hari nanti, kalian akan bersatu kembali. Dari awal hanya dia yang ada di hatimu, Drew. Cuma dia.” Perkataan yang keluar dari mulutnya, seakan pisau yang merobek-robek hatinya sendiri. Mencintai Andrew adalah cara bunuh diri tersadis yang pernah ia lakukan. Andrew mengeraskan rahang dan menatap Delia penuh amarah. “Baik. Pergilah!” Ia melepaskan genggaman tangannya, “Pergi kemanapun kamu mau dan jangan pernah kembali lagi!” Ia membalikkan tubuh dan melangkah pergi meninggalkan Delia. “Drew ... Aku akan pergi.” “Pergilah!” Andrew setengah berteriak sembari mengerakkan tangan di udara. Bersikap tak peduli, walau hatinya tak rela. Delia menangis tersedu-sedu dan menatap sed

