Zac tersenyum sinis. “Lo lupa kalau gue jatuh cinta sama lo? Lo lupa kalau selama ini gue selalu ngajak lo pergi untuk ninggalin dia? Lo lupa apa lo beneran udah buta karena cinta?” “Cukup Zac!!” Delia meninggikan nada suaranya dan menatap Zac penuh amarah. “Lo pantas untuk bahagia, Dee. Lepasin dia dan kalian berdua akan bahagia. Lo harus belajar menerima cinta yang baru. Cinta yang menghargai lo dan cinta yang nggak akan pernah buat lo terluka. Terkadang dalam hidup, kita harus menyerah setelah berjuang mati-matian. Udah saatnya lo menyerah. Coba terima cinta gue, Dee.” Zac menatap lembut Delia, “Lo harus membiarkan diri lo untuk dicintai seseorang yang mencintai lo.” Zac mengusap lembut wajah Delia. Semua perkataan Zac semakin membuat hatinya sakit. Kebenaran yang selama ini ia coba

