“Kita periksakan saja.” Kata-kata Sehun langsung menuai gelengan keras dari Nara. Sehun menatap istrinya bertanya-tanya. “Ti-Tidak perlu. Aku baik-baik saja. Mungkin aku hanya—“ “Nara!” Sehun menyarangkan kedua tangan di bahu sang istri, berusaha menenangkan. Rautnya memang terkesan tenang dan datar, tapi percayalah, hatinya sedang merasa was-was saat ini. Bagaimanapun, perkataan Nara beberapa saat lalu sudah terlanjur menghantuinya. Ia takut kekhawatiran Nara menjadi nyata. Nara menatap Sehun dengan air mata yang kian bercucuran dari hazelnya. Seraya menghembuskan napas berat Sehun berujar, “Aku tahu apa yang kau pikirkan dan kau takutkan, tapi justru itu kita harus memeriksakannya. Paling tidak jika sudah tahu apakah kau memang hamil atau tidak dan berapa usia kandunganmu, kita bisa

