keluarga

545 Kata
setelah menyelesaikannya membantu umi zahro menyiapkan makanan utk menyambut tamu yg akn berkunjung, afrina pamit ingin segera kembali ke kamar. "ummi, afrin pamit dulu ya," pamitnya pada sang ibu nyai itu. "iya ndok, terimakasih sudah bersedia membantu umi menyiapkan semuanya ya." "iya ummi sama2, asalamungalaikum." "walikumsallam" ummi zahro menatap kepergian afrina, di tatapnya dengan senyum mengembang di bibirnya seraya menghilangnya gadis itu dari pandangan. "umiiiiiii.?" "astaghfirulloh rif, kamu tu lo ngagetin saja". "umii sedang menatap siapa,? sampai segitunya? rifki cari2 umi tdk ada di dapur, rupanya di sini." "sedang menatap masa depanmu" . jawaban ummi yg spontan itu sontak membuat anak sulungnya itu ter-heran2. "maksud umi apa? rifki ko tidak ngerti" "nanti juga kamu akan ngerti. siap2 gih nanti ayah sama mama beserta kaka afrina akan datang.!" dari kalimat terahir umminya sepertinya rifki paham tentang siapa yg umminya maksud. entah kenapa kali ini batinnya tak lagi memberontak, fikiran yg dulu enggan sekali utk membicarakan perjodohan, kini seakan sudah lelah. dia pasrah jika akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya, mungkin ini adalah cara terbaik alloh untuk menyembuhkan lukanya, menghapus kecewa, & menghilangkan ketakutannya pada hal yg bernama cinta. *** sepulang dari ndalem, afrina segera bergegas untuk membersihkan diri, setelah selesai mandi dia langsung bergegas utk solat jamaah di masjid pesantren karna adzan asar telah berkumandang. "afrinnn." seru seseorang mengalihkan pandangannya yg tadi fokus pada langkahnya. sontak ia segera menoleh karna sumber suara yg memanggilnya, terasa sangat familyar di telinganya. "mamah". pekik afrin dengan binar bahagianya, iya berlari berhamburan menuju ssok yg selalu dia rindukan ketika dirinya jauh dari jangkauan ssok itu. "mamah kapan datang?" tanyanya manja. "baru saja nak, afrin apa kabar sayang?" "afrin baik mah, cuma sedikit rindu rumah". ccitnya manja. "alhamdulillah kalau sehat nak." "mamah sama siapa datang?" "mmah sma abang & ayahmu, sudah jangan banyak tanya sudah iqomah, yuk kita solat jamaah dulu. nanti kita lanjut ngobrol sepuasnya." akhirnya afrin mengangguk meski msh ada banyak sekali pertanyaan yg bersarang di kepalanya. setelah selesai melaksanakan solat jamaah ibu dari afrina mengajak putrinya utk pulang bersamanya ke ndalem. "nak, kamu ikut mama ke ndalem ya, sudah tidak ada kelas mengajar lagi kan?". "tidak ada mah, kenapa ke ndalem mah?" "kamu ngga pengin ketemu sma ayah sma masmu?" "maulah, kangen sekali sma mas sma ayah" jawabnya antusias. dia menggandeng tangan mamahnya dengan riang, tidak menyadari kalau ada sesuatu yg janggal. afrina memang terlihat agak pendiam & berwibawa, tapi ketika dia bertemu dengan orang2 yg tersayangnya atau yg sudah akrab, dia akan dominan jadi periang yg sedikit manja. "asalamungalaikum" ucap ibu & anak itu bersamaan ketika sudah sampai di depan pintu ndalem "walikumsalaam" jawab suara org yg ada di dalam juga secara bersamaan. afrina sedikit kaget & bingung ketika yg berkumpul di sana bukan cuma ayah & masnya, tapi juga keluarga besar abah yai. "sudah sampai ndok, sini duduk di samping ayah,!" afrina memberi salam pada semua yg ada di sana dengan menangkupkan kedua tangannya. lalu menoleh ke arah mamanya, seakan menuntut penjelasan pada wanita yg tengah melahirkannya itu. jantung afrina kian berdebar tidak karuan, dia di buat salah tingkah, karna putra-putri abah serta bu nyai juga ada di sana. entah perasaan macam apa yg saat ini menghinggapi hatinya, tapi jantungnya dengan lancang berdebar sesuka hati lbh cepat dari biasanya, seakan dia mau keluar dari tempatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN