14. Smiling Face

962 Kata

Awalnya Fairel pikir ini adalah akhir dari kehidupannya, ternyata salah. Setelah dinyatakan tak bernyawa tadi, Parveen tiba-tiba saja mengembuskan napasnya kembali. Hal yang tidak pernah terduga oleh para medis. Apalagi bangkitnya Parveen yang jelas-jelas sudah dinyatakan meninggal beberapa jam yang lalu, dan hampir saja dipindahkan ke dalam ruang mayat. Namun, gadis mungil yang tampak pucat itu nampak kembali segar. Entah apa yang terjadi di bawah alam sadar tadi hingga Parveen tersadar kembali. “Ve,” panggil Fairel pelan. Senyum menawannya pun tak dapat disembunyikan lagi. Perlahan mata Parveen terbuka sempurna. Hal yang menjadi pandangan pertamanya adalah senyum Fairel yang sangat menawan. Namun, ia tak lantas langsung membalas senyuman itu, melainkan mengerutkan dahinya bingung. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN