“Mama kenapa, Kak?” Tanya Yona tidak sabar karena sedari tadi Renan tidak menjawab pertanyaannya. “Kak…” Renan masih fokus pada jalan raya di depannya, namun tangannya bergerak meraih jemari Yona. Menggenggamnya erat, mengelus punggung tangannya dengan ibu jari. Bermaksud memberikan ketenangan pada Yona, meskipun nyatanya dia juga tidak tenang. Bagaimana bisa tenang kalau tiba-tiba tadi Rangga mengatakan padanya bahwa Arfa kecelakaan? “Aku nggak tahu, Na. Sabar ya, sebentar lagi sampai kok ini.” Yona diam saja ketika Renan menarik tangannya dan mengecupnya berkali-kali. Entah karena melepaskan rindu atau untuk mengalihkan rasa khawatir akan keadaan Arfa. Renan masih ingat wajah pucat dan tubuh lemah Arfa tadi malam saat mereka berkeliling untuk mencari Yona. Saat tiba di rumah sakit,

