Seperti janjinya tadi, Renan sudah menunggui Yona sejak pukul setengah dua belas siang. Sambil menikmati alunan musik dan suara merdu penyiar radio, Renan menyandarkan tubuhnya dengan posisi setengah berbaring dan mata yang tertutup. Hembusan angin dari pendingin di mobilnya, berpadu dengan pengharum aroma kopi yang sedap. Hampir saja dia tertidur saat Yona mengetuk kaca mobilnya. "Kak Ren ketiduran ya? Ngantuk?" Tanya Yona begitu melihat mata Renan yang memerah. Renan menguap sambil menutup mulutnya. "Hampir ketiduran. Yuk pulang." "Aku aja yang nyetir ya? Bahaya kalo nyetir pas lagi ngantuk gini." Renan menggeleng tegas. Mana mungkin dia membiarkan Yona mengambil alih kemudi sementara dia sendiri beristirahat? "Nggak, Na. Aku nggak ngantuk lagi. Lagian rumah aku kan nggak jauh."

