-Kayona Anandhita POV- Pelukan Kak Renan tadi siang masih menyisakan rasa hangat di tubuh aku. Bukan. Bukan lagi di tubuhku, karena pelukan itu sudah berlalu sejak beberapa jam lalu. Kali ini yang terasa hangat justru sesuatu di dalam rongga dadaku. Entah kenapa, dekapannya begitu terasa hangat, menenangkan dan… nyaman. Kalau aku pikir-pikir lagi, kenapa bisa hubungan ini bertahan cukup lama. Mengingat track record hubungan-hubungan aku sebelumnya, rasanya ini adalah pencapaian yang luar biasa. Di luar pemikiranku sendiri. Dulu saat pertama kali melihatnya, aku ingat, Iva yang lebih dulu menyadari bahwa lelaki ini memiliki penampilan yang good looking untuk ukuran seorang penjual makanan. Tidak menyangka sebenarnya, karena orang yang kami kira hanya pesuruh itu ternyata pemilik dari bebe

