Setelah membalas pesan dari Renan, Yona yang memang sama sekali belum merasakan kantuk memilih untuk keluar. Padahal saat itu malam sudah semakin larut. Dia duduk di depan ruangan perawatan Arfa, pada sebuah kursi panjang dimana Rangga duduk. Rangga sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda akan tidur. Sama seperti dirinya. Yona sendiri masih memikirkan, dimana Rangga akan tidur malam ini? Di ruangan mamanya hanya ada satu sofa panjang yang cukup untuk Yona tidur. Apa Rangga akan tidur di lantai? Tidak ada alas apapun di sana. Tidak mungkin Rangga akan tidur di atas ubin yang dingin. "Kamu kemana aja dari kemarin, Na?" Tanya Rangga lembut pada Yona yang baru saja mengambil posisi di sampingnya. Yona diam. Dia tidak ingin mengatakan apapun, karena terlalu malu dengan tindakannya kemarin. T

