"Ngga, aku mau resign." Ucap Arfa sore itu pada Rangga. Saat itu dia bersiap untuk pulang dan Rangga baru saja datang. Begitulah jadwal mereka bekerja. Jika Arfa masuk pagi, maka Rangga sore harinya. Begitu pula sebaliknya, jika Rangga yang masuk pagi, Arfa mendapatkan jadwal sore hingga malam hari. Rangga yang baru saja meletakkan ponselnya di atas meja, sedikit terkejut dengan apa yang diutarakan oleh Arfa. Sontak dia menoleh dan menatap Arfa yang masih sibuk membereskan barang-barangnya. Memasukkan beberapa benda ke dalam tas kecilnya dengan santai, seolah apa yang baru saja dia ucapkan bukan hal besar. "Aku nggak salah dengar, Fa? Kamu bilang apa tadi?" Kali ini Rangga berucap sembari memasukkan jari kelingking ke dalam lubang telinganya. Sedikit menggaruk di sana, meskipun tidak te

