Ada hal yang mengganggu pikiran Renan sejak mereka di rumah sakit saat menunggui Arfa. Hal yang sebenarnya tidak ingin dia dengar. Hal yang sebenarnya tidak ingin dia percaya jika tidak dia dengar sendiri. Saat itu, ketika menuju ke ruang perawatan Arfa, Renan menyusuri lorong rumah sakit yang sepi. Waktu yang sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam, membuat suasana sedikit mencekam. Namun sebagai seorang laki-laki yang tidak ingin dianggap pengecut, Renan bersabar dengan langkah kakinya. Tetap melangkah perlahan agar tidak menimbulkan keributan di tengah malam yang sepi. Namun dalam keheningan itu indera pendengar miliknya samar-samar menangkap suara yang berasal dari obrolan Yona dan Rangga. Seharusnya mereka berdua menyadari Renan yang melangkah dari lorong yang lurus dan sepi

