Pagi sekali Maria terbangun dari tidurnya, dia tersenyum tipis ketika melihat tubuh kekar, saat ia membuka kedua matanya melihat wajah tampan suaminya tertidur pulas tepat di hadapannya sangat dekat. Deru nafas teratur suaminya begitu terasa di wajah Maria, saat dirinya mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya. Tangan menempel di d**a bidang suaminya, Maria tersenyum tipis mengecup pelan bibir Juan. Mengingat dirinya tidak mengenakan nelayan pakaian sedikitpun, Maria penutup tubuhnya menggunakan selimut dan berjalan kearah kamar mandi dengan senyum di wajahnya, mengingat malam tadi Maria bekerja keras. Ketika sebelumnya itu, dia menangis tanpa henti di kantornya. Maria keluar dari restoran, dia tidak kembali untuk pulang ke rumahnya, melainkan dia pergi ke perusahaannya dan

