"Kau merindukan masakannya?" tanya Nenek Juan tanpa melihat Juan. Juan terdiam, dia menyadari jika tingkahnya pada istrinya bahkan membuat neneknya mengetahuinya. "Istri dengan kesabaran seperti itu tidak ada Juan, dan hanya Maria yang melakukannya, mencoba tetap mengerti kamu!" tegas Nenek Juan. "Iya Nek," balas Juan. Setelah menghabiskan sarapannya, Juan bergegas pergi ke kantor duduk di kursi penumpang sembari memikirkan cara bagaimana untuk membujuk istrinya. Rencana untuk memberikan bunga mawar merah untuk istrinya. Namun saat ia berjalan memasuki perusahaannya, Juan melihat Maria berbincang dengan Nana terlihat sangat dekat, ia berjalan melihat istrinya yang berbincang sangat serius dengan Nana. Saat dia berjalan dekat dengan keberadaan mereka berdua Juan memalingkan wajahny

