Maria terdiam, langkahnya semakin pelan ketika pikirannya semakin kesana kemari, dia terpikirkan bagaimana perubahan sikap suaminya, dan bagaimana selama satu minggu ini, Juan yang biasanya manja padanya selalu ingin bercinta dengannya sama sekali enggan melihatnya berlama-lama. Semakin jauh pikirannya ketika mendengar suara wanita di ruangan suaminya. "Ya, Maria!" seru Nesa. Maria masih terdiam meski dia sudah keluar dari lift, meski berulang kali Nesa memanggilnya, Maria masih terdiam tanpa memalingkan wajahnya ke arah Nesa. "Ya ... Maria!!?" teriakNesa memegang pundaknya. "Apa," Maria menoleh ke arah Nesa. "Kamu kenapa? Seharian ini kamu diam saja?" tanya Nesa. Maria terdiam ia melihat kearah Nesa dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan temannya itu. Dia hanya fokus kepad

