Maria terdiam menatap kepergian Nana tanpa arah, kekasih yang dulu mengisi hari dan hatinya, kini sudah bukan siapa-siapa lagi baginya, hati dan cintanya sudah sepenuhnya atas suaminya. Maria berbalik terkejut akan nenek Juan yang berdiri di belakangnya. "Nenek," Maria tersenyum ramah. "Kau mencintainya?" tanya Nenek Juan. "Emm, tidak Nek, dia hanya ..." "Masa lalu, jika selalu bertemu akan tumbuh lagi Nak, usahakan kau tidak bertemu dengannya!" sela Nenek Juan. "Iya Nek, aku mencintai Juan sepenuhnya dan akan tetap seperti itu!" seru Maria tersenyum. Nenek Juan tersenyum mengangguk berjalan di ikuti Maria. Saat Maria dan neneknya tengah berbincang. Pelayan tadi datang dengan seikat bunga mawar merah menghampiri Maria. "Nona, bunga ini ..." pelayan itu terdiam. "Hmm, sini aku

