Ketukan pintu menghentikan ciuman Maria dan Juan, Maria membenarkan pakaiannya yang sempat terbuka oleh suaminya yang sedari tadi menelusuri lekuk tubuhnya. "Itu pasti makananmu Sayang," Juan berjalan menghampiri pintu. Maria tersenyum mengangguk melihat suaminya sudah berjalan membukakan pintu, Juan berbalik dengan bingkisan di tangannya. "Emmm, aku sangat lapar Sayang! Kamu memang yang terbaik," ucap Maria menyambut bingkisan dari suaminya. "Kamu gak makan J?" Maria melihat suaminya yang tersenyum menatapnya. Juan tersenyum menatap istrinya memakan makanannya dengan mulut penuh, bibir ranum itu mengunyah makanan dengan tatapan polosnya pada suaminya. Juan tidak tahan lagi dengan tingkah istrinya, dia menarik istrinya dan mencium bibirnya. Maria membulatkan kedua matanya menda

