Nana masih merenungkan hati dan dirinya tentang kehidupannya yang tidak sesuai dengan harapan cita-citanya terdahulu. Dia mengingat saat masa dirinya bersama dengan seorang gadis, dari awal pertemuan hingga sebuah persahabatan yang menjadi sepasang kekasih. Bahkan ciuman hangat di antara mereka masih terasa olehnya. Nana tersenyum miris pada dirinya ketika dia menyesali setiap perbuatannya yang bahkan menyadarinya sangat terlambat. Hingga kini gadis yang dia cintai sudah tidak dapat lagi dia gapai. "Andai aku boleh meminta ... Aku ingin memutar waktu dan mempertahankanmu Maria," gumam Nana di bawah shower dengan air yang hangat di malam hari. Setelah pernikahan dadakan yang di adakan keluarganya, membuat Nana menjadi seorang penyendiri yang bahkan tidak ingin mengenal siapapun, terut

