Melihat suaminya dari awal pernikahan selalu acuh kepadanya, Nia tersenyum licik, ia tampak merasa muak kepada Nana yang memang dari awal, suaminya itu tidak pernah menerimanya. Jangankan mencintainya menjadi tunangannya pun, Nana pernah dengan keterpaksaan dan tekanan dari kedua orang tuanya. Jika bukan karena dia menjebak Nana saat itu, dia mungkin tidak akan pernah menikah dengan Nana dan saat ini menjadi seorang Nyonya Permana di kediaman Juan Permana yang terkenal dengan kekayaan yang melimpah itu. Dia tersenyum tipis, ia bangun dari tidurnya di sofa setelah mendapati suaminya duduk dan pergi begitu saja mengacuhkannya. Dia tidak pernah ambil pusing tentang sikap suaminya yang seperti itu, yang terpenting bagi dirinya adalah saat ini dia adalah menjadi Nyonya di rumah ini. Setela

