Juan melihat istrinya keluar dari kamar mandi dengan tubuh segarnya, mengenakan handuk yang hanya menutupi d**a dan menunjukan putih dan eloknya paha Maria. Dia menyimpan surat kabar beserta kaca matanya di atas meja. Senyum di wajahnya tidak lepas menatap istrinya yang berjalan ke arah meja rias. "Emm, istriku ini wangi sekali," Juan mengendus aroma istrinya. "Tentu saja J ... Kamu juga mandi sana!" balas Maria. "Wangimu saja sudah cukup bagiku Sayang," Juan menyusupkan kepalanya di leher Maria. "Tapi aku harus pakai baju!" seru Maria. "Heem," angguk Juan tidak beranjak. Maria mengangkat sebelah alisnya, menanggapi suaminya yang tidak beranjak darinya, bahkan pelukan erat dari Juan semakin erat. "J ... Aku harus pakai baju!" seru Maria. "Heem," balas Juan. "Tapi aku tidak

