Rinda melangkah masuk ke dalam kelas dengan tatapan tajam. Ia tidak peduli dengan bisik-bisik yang mungkin muncul saat melihatnya. Hari ini, ia hanya memiliki satu tujuan: menyelesaikan urusannya dengan Rinnly sebelum benar-benar meninggalkan kampus ini. Matanya langsung tertuju pada Rinnly, yang sedang duduk berdua dengan pacarnya. Mereka tampak dekat, bercanda kecil, seolah tidak ada beban di dunia ini. Namun, begitu Rinnly merasakan kehadiran Rinda, ekspresi wajahnya berubah. Ia langsung berdiri, begitu pula pacarnya, seakan-akan ingin melindungi Rinnly. Tanpa berpikir panjang, Rinnly bergerak bersembunyi di balik tubuh cowok itu, seperti anak kecil yang takut menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. "Rinda! Hei, lama nggak ketemu," sapa Rinnly dengan nada ceria yang dibuat-buat, seo

