Raya keluar dari mobilnya saat melihat David masuk ke dalam mobil dan langsung pergi. “David, liat lo ya... laki bi*d**.” Kata Raya ia tidak menyangka suaminya akan begini. Raya segera masuk ke dalam mobil dan memukul stirnya berkali- kali. Ia pikir memaki suaminya dapat hal lebih baik tapi ternyata tidak. Raya menyalakan mobilnya kehilangan ayahnya tidak membuatnya patah bahkan semakin kuat. Ia teringat dengan permintaan terakhir ayahnya untuk melihat permintaan terakhirnya. “Sialan...” umpat Raya. Raya mengambil gawainya dan menyentuh layarnya. “Di mana, Za?” kata Raya setelah panggilan tersambung. “....” “Gue tunggu lu di klub anak- anak Gengges.” Tak lama panggilan terputus. Raya tidak mengejar suaminya menurutnya buat apa? Ia memutuskan untuk ke tempat semacam bascamp untuk

