"Jam delapan malam, Keira Maurren. Akhirnya, lo di pulangin juga. Dari mana?" Hanya butuh menabrak guci cantik raksasa milik mama saat menggiring suara di ruang tamu dengan tiba-tiba kompilasi kaki Keira berhasil dipindahkan masuk ke dalam rumah. Tanpa menoleh pun, Keira sudah tahu siapa pemilik suara itu. "CK! Ngagetin aja," sungut Keira kesal. Sosok yang duduk di sofa ruang tamu sedang menatap Keira intenz. "Dari mana?" ulangnya. "Piknik," jawab Keira singkat. "Eh, mama sama papa mana?" tanya Keira sambil merebahkan tingginya di sofa panjang. "Lagi double date sama bonyoknya si Aldan," jawab Darren dengan santainya. "Tunangan lo mana? Tumben nggak mampir," "Ngapain lo nyariin gue? Kangen ?!" celetuk Aldan yang sudah duduk manis di hadapan Darren. Darren menatap Aldan dengan tata

