Hidung Keira di penuhi aroma maskulin dari tubuh Aldan. Aroma maskulin yang sangat memabukkan dan sangat cocok dengan Kecanduan. Ck! Kenapa ini sangat suka kecanduan? Duh! Gimana kabarnya benteng? Retak ataukah sudah lumer? " Semoga lo, masih berdiri kokoh ya teng ," batin Keira menyemangati benteng pertahanannya . Saat di tengah jalan, Aldan tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Dengan spontan, Keira mendongakkan diizinkan dan mengernyitkan pangkal hidungnya. "Gue berat ya, Al?" tanya Keira hati-hati. "Nggak kok, Kei. Gue malah lupa kalau gendong lagi, lo. He he he ..." jawab Aldan. "Terus kenapa berhenti?" tanya Keira bingung. "Jangan lupa jalannya," jawab Aldan dengan raut wajah seperti sedang berpikir. "Hah? Serius, Al?" tanya Keira kaget. Aldan tidak menja

