Di sebuah apartemen mewah, seorang pria masih menatapi dua cincin dengan tangannya. Dia sudah berusaha mencari keberadaan sang kekasih seharian. Namun, tak ada hasilnya. Arsen sama sekali tak tahu keberadaan Mona. Padahal tinggal menunggu beberapa hari saja pernikahan mereka dilaksanakan. Bahkan undangan pun sudah disebar untuk beberapa kerabat. "Sayang ... Kamu di mana?" gumam Arsen dengan wajah sedihnya dan rambut berantakan. Pria itu lalu kembali menyimpan cincin-cincin tersebut. Dia lalu merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk. Saat memejamkan mata, dia dapat menghirup sisa-sisa aroma manis sang kekasih yang tertinggal. Kedua matanya pun terbuka. Dia teringat dengan seseorang lagi yang tiba-tiba muncul di dalam pikirannya. 'Bayu. Ya. Dia pasti tahu keberadaan Mona saat ini,' pik

