Mobil melaju dengan pastinya. Satria kemudian menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah berlantai dua yang tidak terlalu luas. "Udah sampai, Mbak," ujar pria itu sembari menoleh ke belakang. "Iya udah tahu," balas Lusi ketus. Gadis itu segera turun dari mobil Satria. Tanpa mengucapkan terima kasih, dia langsung melenggang masuk ke halaman rumahnya. Satria tak menegurnya. Dia hanya mengedikkan bahu. Kemudian kembali menoleh ke belakang untuk menatap satu seniornya yang lain. Lusi pun sudah memasuki rumahnya. "Sekarang gue anter ke rumah Mbak," ucap Satria kemudian sembari memberikan sebuah senyuman. "Oke," balas Kila yang kemudian menoleh kembali setelah menatap kepergian Lusi. "Emmm. Mbak Kila bisa pindah ke depan aja?" tanya pria itu sembari mengernyitkan dahi. "Oke. Aku pindah k

