Sore itu Mona kembali pulang bersama tunangannya. Pria itu diam-diam sudah menyusun sebuah rencana. Namun, dia mencoba untuk tidak mengatakannya dalam hati. Bisa terbongkar nanti rencannya. "Mona," ucap pria itu saat Mona hendak memasuki kamarnya. "Hm?" Arsen menggaruk hidungnya. Pria itu dengan sengaja membuat jarak lebih dari satu meter. "Aku mau mengajakmu ke apartemenku," ucapnya. Kedua alis Mona terangkat dengan kedua mata melebar. Menyebalkan sekali atasannya itu. Gara-gara jarak yang dibuat dia jadi tidak bisa membaca pikirannya. "Eh? A-apa maksudnya?" tanya Mona mencoba tenang meski masih saja terdengar gugup. "Ya. Kamu ikut aku ke apartemenku," ulang Arsen dengan wajah santainya. "Mas. Meski aku udah setuju nikah sama Mas Arsen, tapi nggak seharusnya kita melakukan itu. Ki

