Perlahan kedua kelopak mata dengan bulu matanya yang lentik terbuka. Menampakkan iris gelap yang tersembunyi. Mona mengerjap pelan ketika dia menatap langit-langit tinggi yang bukan kostannya. 'Ini di ....' tanyanya dalam hati. Kemudian memorinya menampilkan adegan sebelum dia pingsan. 'Ya ampun! Ini di apartemen Mas Arsen,' batinnya lagi sembari beranjak duduk. Gadis itu menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan pria yang telah memaksanya berada di dalam kamar mewah itu. Tak ada. Arsen entah ada di mana. Kemudian Mona menunduk. Kedua tangannya meraba-raba tubuhnya sendiri dan memeriksa apakah ada yang kurang? "Alhamdulillah ...." gumamnya karena pakaiannya masih lengkap. Gadis itu pun menyingkap selimut untuk memeriksa kakinya. Di sana sudah ada perban yang menutup rapi j

