“Jagoan, ayo tembak!” “Kakak takut, Pi ....” “Kamu jagoan papi, kamu pasti bisa.” Anak kecil berusia sepuluh tahun membidik tumpukan kaleng. Tiga orang di antaranya dua anak lelaki dan satu pria dewasa tengah menghabiskan waktu di pasar malam. Di tengah keriuhan suasana yang paling muda merengek minta boneka berbentuk gurita raksasa. Papinya lebih dari mampu untuk membelikan boneka tersebut, akan tetapi sayangnya boneka itu hadiah dan tidak diperjualbelikan. Ayah mana yang tega melihat anak bungsunya merengek. Dia membeli tiket untuk mengikuti tantangan menembak kaleng agar mendapatkan hadiah tersebut. Sayangnya lagi lagi usahanya terbentur dengan syarat. Hanya anak-anak saja yang boleh main. Alvian dengan ragu menawarkan diri. Dia takut tidak mampu membidik dan mengecewakan sang Ad

