Simpang Jalan Yang Membingungkan

1729 Kata

"Main tebak tebakan, yuk," ajak Wira. Alvian mendelik, baginya saat seperti ini bukanlah waktu yang tepat untuk main tebak tebakan seperti yang Wira usulkan. Alana malas menanggapi ajakan itu, dia berpikir keras berjalan mondar mandir menghentakkan pijakan kakinya ke lantai. "Boleh boleh," jawab Andraga. Dia yang sudah malas berurusan dengan hal hal ini malah bersemangat. Bagi Andraga dunia bawah tanah bukanlah tanggung jawabnya. "Apa yang biasanya diterkubur dalam tanah?" tanya Wira. Andraga mendesah kecewa, sama aja itu dengan disuruh berpikir. Sama aja bohong. "Ubi!" jawab Chandra. Tidak salah sih. Tapi Ubi bukan dikubur melainkan ditanam. Wira menjitak kepala sepupunya itu karena gemas. "Mayat," jawab Alana malas. "Mayat lo!" teriak Andraga. "Idih sinis bener, lo kalau gak mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN